Sabtu, 31 Oktober 2026 Indeks RSS Login Redaksi
TERBARU
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi Perkuat Peran PKK, Mukarramah Fadhlullah Dorong Semangat Gotong Royong Masyarakat Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD di Aceh Tenggara, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Gayo Lues Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro Harumkan Nama Aceh di Malaysia, Atlet Muaythai Pulang dengan 4 Emas dan 2 Perak Stafsus Gubernur Aceh Nektu Bahas Progres Pemulihan Lahan Pertanian dengan Plt Kadistanbun Rancangan APBA 2027 Disampaikan, Pj Sekda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi dan Doa Bersama Mengenang Bencana Gayo
Umum

ASD Dorong Pemerintah Aceh Perkuat Program Pemulihan Ekonomi Masyarakat

ASD Dorong Pemerintah Aceh Perkuat Program Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Nasrul Sufi
Direktur Aceh Social Development (ASD) / Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik

BERITA DENYUT.COM | BANDA ACEH — Aceh Social Development (ASD) mendorong Pemerintah Aceh untuk memperkuat program pemulihan ekonomi masyarakat dengan kebijakan yang lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Direktur Aceh Social Development (ASD), Nasrul Sufi, mengatakan pertumbuhan ekonomi Aceh yang mulai menunjukkan perkembangan positif harus mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari indikator makro. Yang paling penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut memberikan multiplier effect terhadap pendapatan masyarakat, kesempatan kerja dan daya beli,” kata Nasrul Sufi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, ekonomi Aceh pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,86 persen secara tahunan (y-on-y). Namun, persentase penduduk miskin Aceh pada Maret 2026 masih mencapai 12,34 persen, atau sekitar 713,78 ribu orang.
Menurut Nasrul, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih perlu dikawal agar lebih inclusive dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini berada pada sektor ekonomi rentan.

ASD menilai pemerintah perlu memperkuat program yang berkaitan langsung dengan sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, UMKM, ekonomi desa, industri pengolahan serta ekonomi kreatif. Program tersebut sebaiknya tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan penciptaan sumber pendapatan berkelanjutan.
“Bantuan pemerintah harus memiliki economic impact. Masyarakat jangan hanya menjadi penerima program, tetapi harus didorong menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri,” ujarnya.
Nasrul juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap berbagai program pemulihan ekonomi. Setiap anggaran yang dikucurkan pemerintah, menurutnya, harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas, baik dalam bentuk peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas maupun penurunan angka kemiskinan.

Ia berharap Pemerintah Aceh dapat membangun kebijakan pemulihan ekonomi yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat (evidence-based policy).
“Target akhirnya bukan sekadar terserapnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Aceh membutuhkan kebijakan yang mampu menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan rakyat,” tegas Nasrul.
ASD siap mendorong dan memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Aceh agar agenda pemulihan ekonomi ke depan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memiliki dampak sosial-ekonomi yang nyata.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga