Minggu, 01 November 2026 Indeks RSS Login Redaksi
TERBARU
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi Perkuat Peran PKK, Mukarramah Fadhlullah Dorong Semangat Gotong Royong Masyarakat Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD di Aceh Tenggara, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Gayo Lues Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro Harumkan Nama Aceh di Malaysia, Atlet Muaythai Pulang dengan 4 Emas dan 2 Perak Stafsus Gubernur Aceh Nektu Bahas Progres Pemulihan Lahan Pertanian dengan Plt Kadistanbun Rancangan APBA 2027 Disampaikan, Pj Sekda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi dan Doa Bersama Mengenang Bencana Gayo
Umum

Dek Fad Nyalakan Mesin Kader Gerindra dari Jantho, Disiplin dan Soliditas Jadi Harga Mati

Dek Fad Nyalakan Mesin Kader Gerindra dari Jantho, Disiplin dan Soliditas Jadi Harga Mati

BERITADENYUT.COM | JANTHO — Konsolidasi kader Partai Gerindra Aceh memasuki fase yang lebih serius. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra di Kota Jantho, Aceh Besar, menjadi momentum untuk memperkuat barisan kader sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi.

Diklat tersebut dibuka Ketua DPD Gerindra Aceh, Fadhlullah atau Dek Fad, Jumat (25/9/2026), dan dihadiri serta didampingi Kapolda Aceh dan Sekda Aceh. Di hadapan ratusan peserta, Dek Fad menegaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur di atas kertas, tetapi oleh kualitas, kedisiplinan dan soliditas kader di lapangan.

“Gerindra membutuhkan kader yang siap bekerja, bukan hanya hadir ketika ada kegiatan. Kader harus memahami organisasi, disiplin dalam menjalankan tugas dan mampu membaca persoalan masyarakat,” tegas Dek Fad.
Menurutnya, diklat merupakan bagian dari capacity building untuk mencetak kader yang memiliki militansi, kepemimpinan dan kemampuan komunikasi publik. Kader juga dituntut mampu menjaga nama baik organisasi melalui sikap dan tindakan di tengah masyarakat.

Dek Fad menekankan, konsolidasi tidak boleh berhenti pada seremoni. Setiap kader harus memiliki sense of responsibility terhadap tugas organisasi dan mampu menerjemahkan kebijakan partai menjadi kerja nyata.

“Soliditas itu bukan sekadar slogan. Soliditas harus terlihat dalam kerja, disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya.
Kehadiran Kapolda Aceh dan Sekda Aceh dalam pembukaan diklat turut memberikan pesan penting mengenai pentingnya komunikasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas serta kehidupan masyarakat Aceh.

Diklat Laskar Gerindra di Jantho diharapkan menjadi salah satu titik penguatan kaderisasi Gerindra Aceh. Dari forum tersebut, para kader dibekali wawasan organisasi, kepemimpinan, kedisiplinan dan pemahaman terhadap dinamika sosial-politik.
Bagi Gerindra Aceh, Jantho bukan sekadar lokasi pelaksanaan diklat. Dari tempat ini, proses regenerasi, konsolidasi dan penguatan mesin organisasi kembali ditegaskan.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga