Minggu, 01 November 2026 Indeks RSS Login Redaksi
TERBARU
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi Perkuat Peran PKK, Mukarramah Fadhlullah Dorong Semangat Gotong Royong Masyarakat Mukarramah Fadhlullah Hadiri Pembinaan Pokja Bunda PAUD di Aceh Tenggara, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini Persoalan CCTV Ditindaklanjuti, RSUDZA Pastikan Pelayanan Tetap Profesional Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini di Gayo Lues Kak Na Semangati Anak Binaan di LPKA Lambaro Harumkan Nama Aceh di Malaysia, Atlet Muaythai Pulang dengan 4 Emas dan 2 Perak Stafsus Gubernur Aceh Nektu Bahas Progres Pemulihan Lahan Pertanian dengan Plt Kadistanbun Rancangan APBA 2027 Disampaikan, Pj Sekda Aceh Hadiri Rapat Paripurna DPRA Wagub Aceh Hadiri Maulid Nabi dan Doa Bersama Mengenang Bencana Gayo
Umum

Perkuat Profesionalisme Pers, Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik

Perkuat Profesionalisme Pers, Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik

BERITADENYUT.COM | BANDA ACEH - Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si., membuka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di Hotel Ayani Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).

Dalam sambutannya, Taufik memberikan apresiasi kepada AMSI Aceh yang menggelar pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pers. Ia menilai, AMSI memiliki peran strategis dalam mendorong media menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Taufik juga mengatakan bahwa pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, dan mengawasi kebijakan publik. Karena itu, lanjutnya, pemerintah dan pers perlu menjalankan peran masing-masing secara proporsional, dengan tetap membangun komunikasi yang terbuka sekaligus menjaga independensi pers.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Taufik turut mengingatkan para jurnalis agar tetap mengedepankan akurasi dan verifikasi informasi dalam setiap pemberitaan, “kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujarnya.

Taufik berharap pelatihan selama dua hari tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai kode etik jurnalistik serta menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibawa ke ruang redaksi sehingga meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Iklan

Berita Terkait

Baca Juga